Semarang, 8 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sukses menggelar Seminar Nasional dengan menghadirkan narasumber dari kalangan asosiasi, praktisi, dan akademisi ternama di bidang akuntansi dan keuangan.

Acara yang berlangsung dengan antusias ini dihadiri oleh:
- Prof. Dr. Heru Sulistyo, S.E., M.Si. (Dekan FEB Unissula)
- Dr. Zainal Alim Adiwijaya, S.E., M.Si., Ak., CA ( Wakil Dekan II)
- Prof. Dr. Edy Suprianto, S.E., M.Si., Akt., CA., CRP (Kaprodi Magister Akuntansi)
- Provita Wijayanti, S.E., M.Si., Ak., CA., AWP., IFP., Ph.D. (Kaprodi S1 Akuntansi)
- Ahmad Rudi Yulianto, S.E., M.Si., Ak. (Kaprodi DIII Akuntansi)
- Slamet Sulistiono, S.E., M.M. (Ketua Divisi Syariah Bank Jateng Syariah)
- Ninik Sulistiyorini, S.T. (Pimpinan Cabang BRI Kabupaten Demak)
- Dr. M. Ja’far Sadiq, S.E., S.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., CSRS., CSRA (Sekretaris YBWSA dan Sekretaris Umum IAI Jawa Tengah)
- Deny Poerhadiyanto, S.E., M.Si., Ak., CA, CPAA (Dewan Pengurus IAI Nasional Periode 2022–2026)
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Heru Sulistyo menegaskan bahwa Prodi Akuntansi FEB Unissula harus terus bertransformasi menghadapi era digitalisasi.
“Robotik sudah mulai menggantikan tugas-tugas auditor dan akuntan. Namun, kemampuan manusia dalam pengambilan keputusan tetap tak tergantikan. Maka dari itu, lulusan Prodi Akuntansi FEB Unissula harus disiapkan menghadapi dunia kerja yang kini serba digital,” jelasnya.
Baca juga : Prodi S1 Akuntansi FEB UNISSULA Jalin Kerja Sama Strategis dengan Piranha Smart Center
Sementara itu, Deny Poerhadiyanto menyampaikan bahwa profesi akuntan Indonesia telah diakui dunia karena telah menerapkan standar akuntansi internasional. Ia juga menyoroti data dari The World Economic Forum, yang menyatakan bahwa pekerjaan di bidang akuntansi dan audit sempat masuk dalam empat besar profesi yang diprediksi akan tergantikan oleh teknologi sejak 2023 hingga 2024.
“Namun, pada 2025 turun ke peringkat tujuh, ini menunjukkan adanya kemajuan dan adaptasi profesional akuntan terhadap digitalisasi,” ungkap Deny.



Seminar ini menjadi ajang penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tantangan dan peluang profesi akuntansi di masa depan. Sinergi antara akademisi, praktisi, dan regulator menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi akuntan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.



