Semarang, 14 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) secara resmi menganugerahkan gelar Guru Besar Kehormatan (Honorary Chair/HC) kepada Dr. Ir. Rifai dalam bidang Ilmu Manajemen, khususnya pada Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM).

Surat Keputusan (SK) pengangkatan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNISSULA, Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., dalam sebuah prosesi yang berlangsung di kampus UNISSULA Semarang pada Senin (14/4).
Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kompetensi luar biasa Dr. Ir. Rifai, baik dalam bentuk prestasi nyata (eksplisit) maupun pengetahuan mendalam (tacit knowledge) yang diperoleh dari pengalaman panjangnya di bidang kebencanaan. Sosoknya dinilai memiliki rekam jejak yang kuat, diakui secara nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu manajemen kebencanaan.
Dalam pandangannya, pengelolaan kebencanaan tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada strategi jangka panjang melalui pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketangguhan pemerintah, pemerintah daerah, serta masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara program pemulihan pascabencana dengan upaya kemandirian ekonomi berbasis penguatan sektor strategis domestik.
Dr. Ir. Rifai juga menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus mengacu pada prinsip build back better and safer, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Menurutnya, pemulihan sosial ekonomi menjadi kunci utama dalam mengembalikan fungsi kehidupan masyarakat secara menyeluruh melalui pendekatan yang terencana, terkoordinasi, dan terpadu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rehabilitasi difokuskan pada pemulihan layanan publik dan kehidupan sosial masyarakat, sedangkan rekonstruksi diarahkan untuk membangun kembali sistem sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang lebih kuat, dengan tetap menjunjung tinggi aspek hukum, ketertiban, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dalam menghadapi era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0, Dr. Ir. Rifai juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi, seperti Internet of Things (IoT), dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen risiko kebencanaan. Ia turut mengusulkan pendekatan pentahelix, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana.
Saat ini, Dr. Ir. Rifai menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Utama di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sepanjang kariernya, ia telah mengemban berbagai posisi strategis, di antaranya Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Keuangan BNPB, serta Kepala Biro Perekonomian Provinsi Bengkulu. Ia juga memiliki pengalaman sebagai dosen Hubungan Internasional di UPN Jakarta.
Baca juga : Mahasiswa S1 Akuntansi FEB UNISSULA Ikuti Student Exchange di Dongseo University Korea Selatan
Atas dedikasi dan kontribusinya, Dr. Ir. Rifai telah menerima berbagai penghargaan, termasuk tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia berupa Satyalancana Karya Satya selama 10, 20, dan 30 tahun, serta berbagai pengakuan profesional lainnya di tingkat nasional dan internasional.
Penganugerahan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademik dan praktik keilmuan di lingkungan FEB UNISSULA, khususnya dalam pengembangan ilmu manajemen berbasis kebencanaan yang relevan dengan tantangan global saat ini.



