Semarang, 26 Oktober 2022 – Credit Carbon adalah suatu sertifikat yang akan diberikan kepada suatu perusahaan yang telah meminimalisir gas buangnya. Yang akan diadakan pada waktu dekat di Indonesia adalah G20. Credit Carbon menjadi peluang sebuah bisnis dan memiliki banyak keuntungan sehingga dimanfaatkan oleh berbagai macam pihak.
Hal tersebut tertuang dalam acara “Guest Lecture” dengan tema “Carbon Credits and Opportunities for Business ”, Rabu (26/10/2022).
Pada acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut menghadirkan dosen dari Universitas Teknologi Sydney, yaitu Prof. Farookh Khadeer Hussain, Ph. D. di siarakan melalui zoom meeting di FE UNISSULA. Selain itu, acara ini di khususkan untuk Mahasiswa Magister Manajemen FE UNISSULA secara offline. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Magister Manajemen FE UNISSULA dan di damping oleh Prof. Olivia Fachrunnisa, SE, M.Si., Ph.D selaku dekan FE UNISSULA yang ikut di dalam pembahasan materi yang di sampaikan.
“Carbon Credit and Opportunities for Business istilah perdagangan karbon kredit yang menjadi peluang dalam bisnis dapat dimanfaatkan semua pihak, upaya yang dibangun perilaku masyarakat dalam tingkat rumah tangga tidak banyak membuang gas karbon dioksida atau CO2. Gas karbon dioksida atau CO2 yang dapat diserap oleh tanaman hijau. Beberapa negara ada yang tidak memiliki tanaman hijau, di Indonesia sebagai negara yang kaya akan hutan (forest) dan kaya akan tanaman hijau. Sehingga Indonesia menjadi global world menyepakati akan memberi insentif pada negara-negara yang bisa menekan jumlah emisi karbon. Negara yang tidak memiliki tanaman hijau, tidak mungkin tidak menghasilkan CO2. Maka tugas negara tersebut mengincar negara yang kaya akan hutan (forest) yang ada di Indonesia. Teknologi di luar negeri sudah berdiri, hutan yang kaya dengan tanaman hijau itu sudah menyatakan seperti yang diidentifikasi karbon dioksida yang di buang ke Indonesia supaya gas karbondioksida ditangkap oleh pohon sehingga harus membayar pohon di Indonesia karena pohonnya sudah saya pakai. Seharusnya Indonesia sudah aware terhadap itu, supaya kaya.Sayangnya di Indonesia belum ada regulasi yang mengatur perdagangan karbon”. Ucap Prof. Farookh Khadeer Hussain, Ph. D.
Net Zero atau Netralitas Carbon istilah yang digunakan dalam upaya untuk menyeimbangkan antara gas dengan karbon dioksida. Negara Australia telah menjadikan gerakan 2 tahun belakangan ini untuk nanti sampai 2023. Sertifikat yang akan diberikan apabila manusia atau orang yang mampu memanage gas buangnya.
Prof. Farookh Khadeer Hussain, Ph. D. juga memberikan penjelasan bahwa kredit karbon juga dapat dijual di negara Australia. Jangan jadikan kredit karbon ataupun penanggulangannya hanya sebagai omong kosong. Indonesia belum menjadikan program tersebut adalah hal yang serius. Kredit Market yang sudah ditetapkan dan emisinya tinggi, maka hal tersebut akan tetap dan tidak boleh untuk diubah ataupun berubah. Satu pohon yang ditanam dapat mempertahankan kredit karbon mungkin 20 tahun ataupun selebihnya untuk menjaga emisi gas buang.
“Pemanfaatan air berkemasan contohnya, air yang praktis dalam kehidupan memang sangat dibutuhkan dan sangat dipertimbangkan. Bahkan perusahaan akan lebih beruntung dalam penjualan air berkemasan yang sangat besar penjualannya. Akan tetapi, hal tersebut sangatlah mengganggu kehidupan dalam kredit karbon/ hal tersebut juga dapat mengganggu pencemaran terhadap lingkungan.” Ucap Prof. Olivia Fachrunnisa, S.E., M.Si., Ph.D
Semua orang harus memiliki prinsip bahkan kontribusi terhadap lingkungan, kita membangun kredit karbon untuk generasi yang akan datang itu diperuntukkan untuk 1-20 tahun kedepan. Bahkan bukan kita yang akan merasakan hal tersebut. Akan tetapi generasi selanjutnya lah yang akan merasakan hal tersebut.
Diakhir acara ada beberapa pertanyaan dari mahasiswa atas nama Naufal Athiya Primananda “Apakah carbon credit tersebut nantinya akan dibawakan ketika G.20?” dan dijawab oleh Prof. Farookh Khadeer Hussain, Ph.D. ya, Carbon kredit yang nantinya akan dibawa kepada gerakan G20 Nantinya program tersebut akan harus tetap berjalan semestinya.
Disusul lagi pertanyaan dari Dhe Nur Khalida mengenai pembahasan tersebut, Dhe a Nur Khalida menanyakan tentang “apakah di Indonesia ini akan dengan mudah menjalankan program carbon credit?”
“Ya tentu. Karena sebagai contoh yang saya jelaskan yaitu orang akan lebih memilih untuk menggunakan mobil Merk Tesla dari pada mobil dengan merk Toyota. Padahal kalau dipikir-pikir emisi gas buang yang digunakan dalam pabrik tersebut lebih besar Tesla dibandingkan dengan Toyota. Maka dari itu, berpikirlah semua akan bisa bila kita yang memulainya, dan semua akan bisa bila dari kita yang menjadikan prinsip untuk pengembangan carbon kredit tersebut”. Ucap “Prof. Farookh Khadeer Hussain, Ph.D.
Harapannya di akhir webinar ini mahasiswa Magister Manajemen di FE UNISSULA lebih paham dan menambah wawasan yang luas tentang isi dan materi di acara webinar dengan tema “Carbon Credits and Opportunities for Business”. Ucap Prof. Olivia Fachrunnisa, S.E., M.Si., Ph.D.
Narahubung:
Erna May Wulandari – Public Relations
fe@unissula.ac.id
+6285801543101
Tentang FE UNISSULA
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung (FE UNISSULA), Semarang, Jawa Tengah didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) pada tanggal 14 Juni 1962. Mewujudkan sumber daya insani yang professional dan terampil dibidang manajemen serta akuntansi yang berkarakter islami, merupakan visi dan misi dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung (FE UNISSULA). Pengalaman lebih dari 50 tahun berkiprah di dunia pendidikan, saat ini FE UNISSULA telah menjadi salah satu Fakultas Ekonomi terbaik di Indonesia. Didukung oleh 64 dosen berkualitas terdiri dari para guru besar, doktor, dan master, sistem pendidikan yang bersahabat, penggunaan cyber teaching, dan jurusan serta progam pendidikan yang telah terakreditasi UNNGUL. Fakultas Ekonomi UNISSULA telah melakukan proses belajar mengajar untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hingga kini FE UNISSULA berkomitmen memajukan pendidikan ekonomi di Indonesia dengan perspektif syariah dan memiliki 6 (enam) progam studi, yakni: Diploma III Akuntansi, Sarjana Akuntasi, Sarjana Manajemen, Program Magister Manajemen, Program Magister Akuntansi, dan Program Doktor Ilmu Manajemen.
Informasi selengkapnya dapat diakses melalui situs resmi FE UNISSULA
www.fe.unissula.ac.id



