Semarang, 28 April 2025 — Sekretaris Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Hani Werdi Apriyanti, SE, MSi, Ak, CA, resmi lulus ujian disertasi di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia. Disertasinya berjudul “Dinamika Praktik Optimalisasi Penetapan Harga Transfer pada Perusahaan Pertambangan di Indonesia: Refleksi Pandangan Perilaku terhadap Ekonomi, Lingkungan, Masyarakat (ESG)”.

Setelah menempuh masa studi selama empat tahun, Hani berhasil mempertahankan hasil penelitiannya dalam ujian yang digelar pada Senin (21/4/2025). Dalam disertasinya, Hani mengungkapkan bahwa tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami norma bisnis dan nilai perusahaan dalam praktik transfer pricing, khususnya di sektor pertambangan di Indonesia. Penelitian ini juga menggali sudut pandang para konsultan pajak serta otoritas pajak mengenai praktik tersebut.
“Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan panduan transfer pricing yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya profit shifting melalui skema transfer pricing,” ujar Hani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat motivasi intrinsik di kalangan perusahaan multinasional untuk melakukan optimalisasi laba melalui transfer pricing. Perusahaan-perusahaan tersebut cenderung tidak memperhatikan kebijakan dan regulasi yang ada, melainkan memanfaatkan celah dalam aturan untuk memaksimalkan keuntungan melalui hubungan antar pihak berelasi.
Sebagai respons terhadap temuan tersebut, Hani mengembangkan konsep baru bertajuk “ESG and Ethical Transfer Pricing Behaviour”. Konsep ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam pelaksanaan transfer pricing yang lebih etis.
“Dengan panduan ini, praktik transfer pricing di Indonesia diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan dan sosial,” pungkas Hani.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi FEB Unissula dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan praktik bisnis yang lebih etis di Indonesia.



